Detail Publikasi Berita

Gubernur Sumbar : PSBB Berhasil Tekan Laju Penyerbaran Covid 19 Kasu Covid Baru

Zardi Syahrir News Update 13 Mei 2020 15:24:22 WIB

Padang -  Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan Video Conference (Vidcon) bersama Presiden RI, Joko Widodo, para Menteri, Gub DKI, Gub Jabar, Gub Jateng, Gub Jatim , Gub Bali , Gub DIY terkait membahas evaluasi pelaksanaan PSBB.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menyatakan penerapan pembatasan sosial berskala besar dan pemeriksaan yang massif berhasil menekan laju penyebaran kasus positif  Covid-19.

Hingga Senin (11/5/2020) Provinsi Sumatra Barat tidak mencatatkan adanya penambahan kasus baru positif covid 19. Jumlah kasus positif di Sumbar hingga kemarin mencapai 299 kasus.

“Tadi kami bersama Bapak Presiden dan Wakil Presiden juga para menteri dan beberapa gubernur melakukan rapat evaluasi terhadap PSBB dan tentunya kami dari Sumatra Barat diminta menyampaikan terkait dengan apa yang kami lakukan di Sumbar,” ujar Irwan seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (12/5/2020). 

Irwan menjelaskan sejak diberlakukan Pembatasan Beskala Besar (PSBB) di Sumbar pada 22 April, penanganan Covid-19 di wilayahnya mulai menunjukkan hasil yang positif. Pasalnya, tidak ada lagi kasus penularan Covid-19 yang berasal dari luar wilayah Sumbar atau imported case.

Selain itu, dia menyatakan upaya untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 dari luar wilayah Sumbar juga semakin terbantu dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan atau Permenhub mengenai larangan mudik. 

“Setelah 22 April, PDP [pasien dalam pengawasan] yang ada meningkat dari 12 persen menjadi 14 persen. Apa yang kita lakukan di Sumbar, sesuai arahan Presiden kita testing secara dini dan cepat. Itu yang sdh kita lakukan di Universitas Andalas sejak 23 Maret,” jelasnya. 

Hingga saat ini, Pemprov Sumbar telah memeriksa lebih dari 9.000 spesimen di laboratorium. Dalam satu hari, dia menuturkan laboratorium bisa memeriksa 300 sampai dengan 758 spesimen. Selain itu, proses pemeriksaan juga terbilang cukup cepat. 

“Jadi kalau PDP dalam 6 jam sudah keluar hasilnya. Ini juga posisinya sudah ada di RS, kalau positif langsung kita tracing yang terpapar. Kalau ODP, OTG bisa 24 jam. Kalau tahu positif juga kita tracing,” ujarnya. 

Irwan menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu bantuan mesin ekstraksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pemeriksaan Covid-19. Dengan adanya mesin tersebut, maka pemeriksaan spesimen bisa mencapai 1.500 per hari, bahkan Sumbar bisa membantu pemeriksaan untuk provinsi tetangganya. 

“Arahan kedua Bapak Presiden itu tracking masif. Kata-kata masif ini kami bersama bupati/walikota melakukan tracking masif ini sehingga kalau ada satu yang positif, bisa minimal 50 spesimen swab yang diambil, bahkan bisa sampai 500, sehingga bisa terkendali yang terpapar,” kata Irwan. 

Adapun, untuk warga yang terpapar Covid-19, Irwan menyatakan akan dilakukan isolasi di tempat yang sudah disiapkan tempatnya oleh pemerintah. Bagi yang hasil pemeriksaannya negatif, maka diperbolehkan kembali ke rumahnya. 

Sementara, untuk warga yang positif Covid-19 akan dilakukan perawatan. Dia mengatakan untuk pasien positif Covid-19 yang dirawat di Sumbar terus menunjukkan peningkatan.

“Mungkin minggu depan akan semakin banyak [pasien yang sembuh], karena gejalanya hanya ringan dan sudah dilakukan perawatan,” ungkapnya. 

Sementara itu, berdasarkan laporan harian Gugus Tugas Covid-19, dari total kasus Positif Covid-19 di Sumbar yang mencapai 299 orang, 67 pasien diantaranya telah dinyatakan sembuh, dan 17 orang meninggal dunia, sedangkan sisanya masih dalam tahap perawatan.

 

 

Publikasi Terkini Lainnya

Gubernur Sumbar Bersama Forkop

13 Mei 2020 15:35:11 WIB.

Lihat Berikutnya

Gubernur Sumbar : Psbb Berhasi

13 Mei 2020 15:24:22 WIB.

Lihat Berikutnya

Gubernur Sumbar Vicon Dengan S

13 Mei 2020 14:56:40 WIB.

Lihat Berikutnya

Gubernur Pimpin Ratas Tentang

13 Mei 2020 14:49:50 WIB.

Lihat Berikutnya

Website Corona