Detail Publikasi Berita

Staf Khusus BNPB RI Kunjungi RSUD Rasidin Kota Padang

Admin Dinkes News Update 03 Mei 2020 15:16:55 WIB

Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno Bersama staf khusus BNPB RI Emanuel dan Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumbar, beserta jajaran kami mengunjungi RSUD Rasyidin Kota Padang, Sabtu (2/05/2020). 

Gubernur Irwan Prayitno menyebutkan bahwa saat daerahnya sudah memiliki sembilan lokasi untuk tempat karantina Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.

Hal itu disampaikan saat kunjungan Staf Khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Emanuel ke Sumbar, Kamis (30/4/2020).

Dijelaskan Irwan, sembilan loksi itu saat ini sudah difungsikan untuk karantina ODP.

Sementara, saat mengunjungi Bapelkes Padang, Irwan menyebutkan bahwa lokasi itu dikhususkan untuk menerima pasien positif dengan gejala ringan.

Di lokasi itu, terdapat sebanyak 24 unit tempat tidur, dan saat ini diisi sebanyak 20 orang, dengan keterangan, 3 orang sudah sembuh, 1 hasil swabnya ternyata negatif  dan 16 orang lagi masih dalam perawatan.

“Kegiatan yang dapat dilakukan pasien sehari-hari di sini seperti berjemur, senam dan konseling,” jelasnya.

Selian ke Bapelkes Padang, Irwan yang mendampingi Emanuel itu juga berkunjung ke Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand), di sana disampaikan fasilitas penanganan pasien Covid-19 yang terletak di basement dengan ketersediaan kamar sebanyak 12 unit dengan keterangan 5 kamar untuk PDP Positif dan 7 kamar untuk PDP.

Sejauh ini, RS Unand telah memeriksa pasien ODP sebanyak 51 orang, dan pasien PDP 14 orang. Pasien PDP Positif yang sedang diisolasi sekarang sebanyak 4 orang.

Permasalahan sekarang, RS Unand berharap dapat mengembangkan ruang operasi agar dapat menjadi rujukan untuk membantu penanganan pasien yang memerlukan tindakan operasi selain fasilitas ruang operasi yang ada di RSUP M Djamil Padang. Selain itu, RS Unand juga menjadi RS yang mengadakan pelatihan swab test bagi tenaga medis.

Kemudian, kunjungan dilanjutkan ke Laboratorium Fakultas Kedokteran, Gubernur Sumbar menyampaikan, RS Unand memiliki sarana penunjang penanganan, yaitu 3 mesin PCR yang dapat memeriksa maksimal 480 spesimen per hari dengan 4 kali tahapan dengan target minimal 200 spesimen per harinya.

Pemprov Sumbar juga akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BNPB RI untuk membuat mesin ekstraksi robotik (Automatic Spin Column Extraction) yang berfungsi untuk mendekteksi spesimen terjangkit atau tidak Covid-19.

“Dengan adanya penambahan mesin tersebut, Sumbar akan dapat memproses sampai dengan 700 spesimen dalam satu hari. Dengan kemampuan tersebut, diharpkan dapat membantu provinsi tetangga dalam pemeriksaan spesimen Covid-19,” ucapnya.

Sementa itu, Staf Khusus BNPB, Emmanuel S menyebutkan, dari 9 Provinsi yang dikunjungi Provinsi Sumbar telah melakukan terobosan yang luar biasa secara masif dalam penanganan penyebaran Covid-19. Sumbar juga dapat membantu Provinsi tetangga dalam mengidentifikasi status ODP yang terjangkit.

“Provinsi Sumbar tidak hanya melibatkan rumah sakit saja untuk penanganan Covid-19 tetapi juga menyediakan tempat karantina sebanyak 9 tempat yang sudah beroperasi dan tersebar di kabupaten kota yang ada di Provinsi ini,” ujarnya.

Beberapa tempat tambahan apabila tempat karantina yang ada sudah penuh. Setelah kunjungan ini pihaknya akan buatkan laporan dan akan menghimpun kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Provinsi Sumbar dan memprosesnya di pusat.

Publikasi Terkini Lainnya

Gubernur Sumbar Bersama Forkop

13 Mei 2020 15:35:11 WIB.

Lihat Berikutnya

Gubernur Sumbar : Psbb Berhasi

13 Mei 2020 15:24:22 WIB.

Lihat Berikutnya

Gubernur Sumbar Vicon Dengan S

13 Mei 2020 14:56:40 WIB.

Lihat Berikutnya

Gubernur Pimpin Ratas Tentang

13 Mei 2020 14:49:50 WIB.

Lihat Berikutnya

Website Corona